The Power of Identity – Kekuatan Identitas dalam Mengubah Habits
Siapa kita yang kita yakini sendiri bisa mengontrol bagaimana perilaku kita sehari-hari.
Dalam psikologi modern, ada satu teori untuk membantu seseorang membentuk kebiasaan atau habits yakni teori IDENTITY.
Alih-alih menggunakan faktor dari luar diri, misalnya pencapaian apa yang ingin dicapai untuk mengubah habits, kita justru bisa gunakan faktor dari dalam diri, “ingin menjadi seperti apa diri kita?” Identitas apa yang ingin kita bentuk untuk diri kita, atau, identitas apa sebenarnya yang kita miliki saat ini.
Perilaku bisa muncul secara otomatis dan natural jika sesuai dengan apa yang kita yakini dalam diri.
Misalnya; Jika kita meyakini bahwa idetitas diri kita adalah seorang pelajar yang suka membaca buku dan bisa menyelesaikan 5 buku setiap bulan, maka itulah yang akan kita lakukan.
Jika kita meyakini bahwa diri kita adalah seorang yang malas dan suka rebahan tiap ada kesempatan, maka itu pula yang akan kita lakukan.
Di sini kita kembali ke cara berpikir kita tentang diri sendiri.
Pikiran kita membentuk perilaku. Itu kenapa kita sering mendengar nasehat untuk hati-hati dalam berpikir, jangan suka berkata negatif tentang diri kita sendiri, dsb. Karena begitu kita meyakini sebuah identitas diri pada diri kita, maka dampaknya bisa langsung terlihat pada perilaku.
Sedikit out of topic, itu kenapa saya tidak suka melabeli orang siapapun itu. Misalnya melabeli seseorang sebagai preman yang suka mengganggu warga dan suka nyolong, misalnya. Saya khawatir jika dia kemudian mendengar label yang disematkan orang lain pada dirinya, lalu dia mempercayainya, maka bukannya berubah jadi lebih baik, justru kemungkinan dia akan lebih menguatkan diri sebagai label yang dikenakan padanya.
Teori IDENTITY ini jujur buat saya sangat nampol sekali. Saya dulu meyakini bahwa diri saya adalah bla bla bla, dan somehow perilaku saya juga mengikuti identitas tsb.
Lalu setelah beberapa kejadian, saya lalu menyematkan identitas yang negatif pada diri sendiri, dan somehow juga saya punya perilaku yang akhirnya negatif.
Karena itu, saya dalam usaha membentuk habits positif dan membuang habits negatif, maka saya sedang belajar untuk selalu mengingat dan meyakini identitas yang positif pada diri ini.
Siapa Muha? Muha itu bla bla bla….
Kadang saya sering berkata pada diri sendiri; “please go back to your old self, your best identity!”
