Mending Diem, daripada…..

Bersosial itu jujur berat banget sih buat saya. Jika semua manusia katanya diuji dengan ujian masing-masing, mungkin ujian saya adalah dalam hal sosial.

Ya entahlah… terlalu melelahkan, membingungkan, dan bikin nyerah.

Saya masuk ke mode super pesimis dalam hidup itu biasanya kalau udah soal manusia lain.

Saya diuji soal uang jelas kesusahan, tapi gak sampai bikin yang kek pangen mati aja gitu… Tapi kalau udah urusan sosial, serius sih saya seputus-asa itu.

Sosial di sini sebenernya gak melulu dengan teman dan tetangga, melainkan dengan keluarga dan saudara juga.

Beban terberat justru dari keluarga sih, tetangga nomor 2, baru ketiganya temen.

Dari hal-hal yang sudah terjadi selama ini, sekarang saya masuk ke mode ini….

MENDING DIEM daripada dikatain inilah itulah…

Udah pokoknya mending diem, udah…

Mengalah dan terserah aja…

Gak mau lagi ikut campur dan ikut membuat keputusan…

Sedikit bodo amat juga.

Karena niat baik itu gak selalunya ditanggapi positif. Yang orang lain tangkap seringnya yang jeleknya.

Yang baiknya diabaikan dan dilupakan gitu aja.

Memang asu kadang-kadang..

Tapi ya udah.

Bersosial emang semenyusahkan itu..

Tapi ada cara dan tips-tips dalam menghadapinya..

Misalnya yang diajarkan Gus Baha, ya udah kita ambil positifnya aja.

Bahkan ketika ada cerita seseorang Sufi dibenci, dia ambil sisi positif bahwa, kalau dia benci saya makan dia tak mungkin hutang ke saya…

Sesimpel dan semanusiawi itu…

Saya juga termasuk orang yang sensitif dalam artian bukan mudah marah atau apa, tapi sensitif banget menangkap ekspresi dan udang di balik batunya.

Saya terlalu mudah menangkap maksud seseorang dari sebuah perkataan…

Tapi tentunya saya diam saja pura-pura gak ngerti maksud di balik ucapan mereka.

Terakhir, walau saya bodo amat, bukan berarti saya tak peduli lagi dengan amal baik.

Jadi, fokus saja berbuat baik dengan hal-hal yang kita yakini baik, lalu masa bodo dengan orang lain, syaratnya ya tidak menyakiti mereka juga, tidak sombong, tidak bangga diri…

Masa bodo itu bukan berarti bodo amat kalau mereka minta bantuan dsb… Tapi lebih ke bodo amat dengan apa yang mereka katakan negatif tentang kita, dan tidak terlalu ikut campur juga kalau bukan tanggung jawab kita.

Intinya; ya sewajarnya aja lah udah… santuy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] Kaskus Emoticons