Percayalah!! Bukan Uang Banyak yang Bikin Hidupmu Tenang dan Bahagia

Mengamati orang-orang di sekitarku, bisa kuambil kesimpulan bahwa punya uang cukup banyak tidak berarti bisa bikin tenang dan hidup bahagia.

Tentu saja, hidup ini sepertinya memang bukan untuk bikin kita bahagia, tapi…

Tenang dan kebahagiaan itu pada dasarnya sangat mungkin diraih, tapi bukan dengan uang melimpah.

Banyak kok yang stres dan depresi bahkan sampai bundir walau mereka secara keuangan sangat mampu.

Orang-orang yang saya amati, walau sudah punya harta yang tidak sedikit, tetap tidak tenang dan merasa kekurangan, mungkin karena banyak juga keinginan yang belum dicapai.

Keinginan-keinginan yang tak kunjung habis hingga usia tua.

Banyak orang berkecukupan tapi tidak punya teman dekat yang dipercaya, yang tidak hanya dekat karena ingin memanfaatkan juga misalnya.

Banyak orang berkecukupan yang merasa sendiri di dunia ini. Walau ya banyak juga orang miskin yang merasa kesepian.

Tapi, yang ingin kusampaikan adalah…

Bukan uang banyak yang bikin hidupmu tenang, melainkan uang CUKUP dan hidup dengan banyak menerima keadaan dan selalu mengambil hikmah dan sisi positif dari semua kejadian.

MENERIMA itu sesuatu yang tampak mudah tapi faktanya tak semudah itu.

Contoh simpel, ditolak oleh orang yang anda cintai, lalu stres dan depresi bertahun-tahun. Padahal dengan menerima, maka bertahun-tahun tadi bisa ditapaki dengan lebih indah.

Atau anak anda tak sesuai yang anda inginkan, sulitnya menerima akan bikin hidup sehari-hari anda tak tenang.

Anak itu bukan anda, anak itu punya takdir sendiri, jangan paksakan untuk mengikuti semua yang anda inginkan, anak anda punya hak sendiri, anda tak bisa menuntut mereka selalu mengikuti anda hanya karena anda melahirkan mereka dan memberi makan. Bukan anda yang bikin, semuanya atas kehendak Allah. Jika atas dasar demi kebaikan anak, maka dengarkan apa yang diinginkan anak, lalu bimbing mereka agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, itu jika demi kebaikan si anak.

Uang cukup dan uang banyak itu berbeda.

Sejatinya, jika kebutuhan dasar manusia sudah terpenuhi, konon katanya uang sudah tidak bisa menjadi faktor kebahagiaan.

Itu kenapa banyak orang yang saya amati tidak menjadi sangat bahagia ketika sudah banyak uang dan harta.

Justru ketika pendapatannya cukup untuk makan, beli baju, dsb, itu malah bikin bahagia. Bukan saat bisa beli tanah yang kesekian kali…

Jadi, ya mungkin memang betul apa yang dikatakan orang-orang, uang banyak gak bikin hidupmu bahagia.

Mungkin hanya senang sesaat, tunggulah setelah 1 minggu, apakah masih sama rasanya?

Punya Lambo baru, palingan senengnya cuma 3 hari.

Tapi coba punya Avanza second, mungkin senengnya bisa lebih lama.

Tapi apalah saya ngomong gini ya kan, kehidupan manusia itu abstrak gak jelas. Satu manusia gak mesti sama dengan manusia lainnya.

Di sini saya hanya mengingatkan diri sendiri, jika cara berpikir kita tak dibenahi, mau miskin atau kaya, tetap saja hidup ini bisa jadi selalu menjadi penderitaan.

 

 

Psst… Wow, ngetik pake keyboard ThinkPad memang beda, almost no typo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] Kaskus Emoticons